++
you're reading...
Islami, Manusia

Tata Cara Shalat Jenazah dan Shalat Ghoib

Berawal dari sholat ghoib yang dilakukan setelah shalat jum’at di Istiqlal yang lalu, saya jadi mencari-cari bagaimana bacaan shalat jenazah/ghoib yang bener. Sudah lama saya tidak melakukannya, karna praktis saya tidak pernah melakukannya selama beberapa tahun terakhir ini. Kalau teori sudah dipelajari sejak MI dan MTs bertahun-tahun yang lalu dan praktek-pun sudah lama tidak dilakukan.

Saya menemukan tata cara dan bacaan yang di posting di sini dan saya copy paste di halaman ini:

<————–mulai mengutip——————–>

Syarat-syaratnya :

a. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani
b. Letak jenazah sebelah kiblat didepan yang menshalati.
c. Suci dari hadas dan najis baik badan, pakaian dan tempat.

Rukun dan cara mengerjakannya.

Shalat jenazah tanpa ruku dan sujud juga tanpa iqamah.

a. Niat

Lafal niat untuk jenazah laki-laki sebagai berikut :

“Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati (ma’mumam/imamam) lillahi ta’alaa.”

Artinya : “aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”

Lafal niat untuk jenazah perempuan sebagai berikut :

“Ushalli ‘alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati (ma’mumam/imamam) lillahi ta’alaa.”

Artinya : “aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”

b. Setelah niat, dilanjutkan takbiratul ihram : Allahu Akbar , setelah itu membaca surat Fatihah, kemudian disambung dengan takbiratul ihram kedua : Allahu Akbar.

c. Setelah takbir kedua membaca shalawat atas nabi Muhammad saw. Minimal:

“Allahumma Shalli ‘alaa Muhammadin” artinya : “Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad”

d. Kemudian takbir ketiga disambung dengan do’a minimal sebagai berikut :

“Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu”

Artinya : “Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia

Apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum.

e. Setelah itu takbir ke empat, disambung dengan do’a minimal :

“Allahumma la tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahu.”

Artinya : “Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

f. Salam

SHALAT GHAIB (FARDU KIFAYAH).

Yaitu shalat jenazah tetapi tidak dihadapan jenazah (jenazahnya berada ditempat lain atau sudah dimakamkan). Niatnya :

“Ushalli ‘alaa mayyiti (Fulanin) al ghaaibi arba’a takbiraatin fardlal kifaayati lillahi ta’alaa”

Artinya : “aku niat shalat gaib atas mayat (fulanin) empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”

Fulanin diganti dengan nama mayat yang dishalati.

Syarat, rukun dan tatacara shalat ghaib sama dengan shalat jenazah

***

Dari berbagai sumber

<———————akhir kutipan———————–>

Tata cara diatas sama dengan apa yang saya ingat ketika belajar di Madrasah dulu. Dan Alhamdulillah masih sedikit ingat ketika shalat ghaib kemarin.

About these ads

About Alfan Nasrulloh

Belajar sains pada jurusan Astronomi. Fokus tugas akhir pada astronomi radio, teleskop radio, dan interferometer radio pada frekuensi rendah. Tertarik pada astronomi radio atau segala hal terkait luar angkasa dan teknologi yang menyertainya, teknologi informasi, jaringan komputer, elektronika, dan fotografi alam serta fotografi astronomi.

Discussion

11 thoughts on “Tata Cara Shalat Jenazah dan Shalat Ghoib

  1. Matur nuwun boss..

    Posted by Ahid | September 24, 2013, 18:17
  2. makasih mas infonya…

    Posted by wahyu | November 7, 2013, 17:32
  3. Untuk sholat gaib Setiap takbir membaca al fatiha ya mas.. Atau cman pada takbir awal aja.. Salamx sama ya dg sholat pada umumx cman dlm keadaan berdiri mas..? Makasih sblmx…

    Posted by pandawa | November 14, 2013, 12:52
    • Al Fatihah di takbir yang pertama saja mas, seperti petunjuk diatas. Iya betul, salamnya sama dengan salam biasa dan dalam keadaan berdiri. Sama-sama.

      Posted by Alfan Nasrulloh | November 18, 2013, 19:12
  4. sukhron yaa akhi,, atas infnya sangat brmanfa’at.

    Posted by adjie | December 11, 2013, 23:06
  5. Aslamkm, untuk shalat goib melakukan,nya apa si jenazahnya sudah d kubur apa belum, boleh apa tidak jkalau jenazahnya blum d kubur?
    Terimakasih

    Posted by ahmad yani | May 10, 2014, 01:51
    • Waalaikumsalam,

      Sholat goib kalau yang saya tahu intinya sholat jenazah yang mayitnya tidak di depan kita. Jadi kalau merujuk ke ‘sholat jenazah’-nya, sepertinya bisa sebelum atau sesudah dikubur, dengan syarat dan rukun seperti diatas (cmiiw). Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan langsung ke ulama atau ahli fiqih terdekat yang lebih faham.

      Terima kasih.

      Posted by Alfan Nasrulloh | June 9, 2014, 15:55
  6. hatur nuhun, kang… :-)
    infonya sangat bermanfaat…

    Posted by hanni | July 30, 2014, 00:24

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Blog Stats

  • 25,126 hits
Creative Commons License
Content in this blog is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, except for materials noted by © or clearly stated in the content.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 141 other followers

%d bloggers like this: