Cara Agar Program Tetap Berjalan Walaupun Terminal Ditutup

Judulnya agak ambigu, hahaha 😀

Saya sedang menemui kasus dimana ketika sebuah program dijalankan menggunakan command di terminal, program akan ikut tertutup ketika terminal ditutup. Nah, gimana caranya agar program atau perintah yang kita berikan ke mesin tetap berjalan walaupun komunikasi menggunakan terminal ke mesin telah diputus.

Hal ini memang terlihat sepele jika kita membuka pada komputer yang ada dihadapan kita dan programnya tidak memakan waktu lama, tinggal buka lagi programnya. Masalah baru muncul ketika kita menjalankan program atau suatu operasi yang membutuhkan waktu lama dengan akses dari remote komputer. Tentu akan lebih optimal jika kita memberikan perintah ke komputer dari remote komputer dan bisa meninggalkan perintah atau operasi tetap berjalan walaupun remote komputer yang kita gunakan untuk memberi perintah telah dimatikan.

Setidaknya ada dua command yang saya gunakan yaitu:

dan

biasanya saya lebih sering menggunakan

dengan perintah tersebut, walaupun terminal ditutup, program atau operasi yang tengah berjalan tidak terhenti.

Cara Me-resize Banyak Foto Dalam Satu Folder di Ubuntu

Saya nemu imagemagick buat me-risize banyak foto atau gambar dalam satu folder di sini. Kalau di Windows kita bisa pakai Picture Manager, di Ubuntu kita bisa pakai tool ini. Saya tuliskan lagi disini biar nanti kalau butuh tidak mencari-cari lagi, karena kadang suka lupa pakai apa.

1. Install imagemagick

2.Masukkan semua foto yang akan di-resize ke dalam satu folder.

3. Masuk ke folder tersebut:

4. Selanjutnya tinggal resize foto-foto tersebut menggunakan perintah yang dikenali tool tersebut. Dalam contoh ini, kita resize foto berformat .jpg menjadi 50% menggunakan perintah:

Kita juga bisa me-resize berdasarkan satuan ukuran resolusi:

Format perintah diatas akan menghasilkan foto dengan ukuran panjang 800px dan lebar 600px. Dokumentasi lengkap  di isini.

Install Web Server di Ubuntu 12.04 LTS

Ubuntu
Ubuntu

Saya tuliskan beberapa catatan saat instalasi web server menggunakan Ubuntu 12.04. Saya tuliskan disini biar nanti kalau butuh gak nyari-nyari lagi.

Saya menggunakan versi desktop karena kebetulan server ini juga rencananya akan saya pakai untuk kegiatan komputasi sehari-hari dan kebutuhan server untuk web ini hanya untuk sementara semasa pengembangan saja.

  1. Installasi Ubuntu Desktop 12.04 LTS
    Installasi ubuntu seperti biasanya, dalam kasus ini, saya menggunakan USB FDD. Pada awalnya ada sedikit masalah karena tidak BIOS tidak mau booting dari USB FDD padahal first boot sudah diatur ke USB FDD. Tapi akhirnya bisa booting setelah Hard Disk priority-nya diubah ke USB-FDD. Agar bisa dipilih dalam prioritas Hard Disk di BIOS, USB berarti harus sudah diposisinya sebelum masuk ke BIOS.
  2. Ubah repository Ubuntu 12.04 ke lokal
    Dalam hal ini, karena saya ingin berhemat dengan bandwidth international yang ada, maka saya ubah repository default ke repository dalam negeri, yaitu repository Kambing UI dan FTP ITB. Selain menghemat bandwidth internasional juga lebih cepat dalam aksesnya.

    ganti dengan berikut

    Simpan kemudian

    biar ubuntunya tau kemana harus nyari aplikasi.
  3. Installasi LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP) Server
    Untuk bagian yang paling penting dalam web server ini saya pakai tasksel, suatau tools untuk menginstall satu paket lamp, biar gampang.

    setelah selesai

    karena saya mengalami sedikit masalah dengan installasi menggunakan GUI tasksel, akhirnya saya pakai command
  4. Install phpmyadmin
    Sebenarnya bisa tanpa phpmyadmin tetapi butuh waktu untuk menyesuaikan diri pakai text command, jadi pakai phpmyadmin saja.

    Setelah installasi selesai, tinggal tambahkan phpmyadmin kedalam konfiguarsi apache.

    Memasukkan phpmyadmin agar phpmyadmin bisa diakses dari browser.

    Restart apache:
  5. Install ProFTPD
    Install

    Sedikit konfigurasi

    Menentukan direktori pengguna agar di berada di direktori home masing-masing.

    Restart:
  6. Selesai

Informasi ini berupa garis besarnya saja yang saya rangkum dari berbagai sumber di internet. Terimakasih bagi semua yang telah berbagi ilmu pengetahuan. Semoga dengan niat yang ikhlas Lillahi Ta’ala bisa mendatangkan pahala untuk ilmu yang bermanfaat..aamiin…

[Explore Jakarta] Kebun Binatang Ragunan

Explore Jakarta edisi kali ini adalah naik Transjakarta (Untuk selanjutnya, Transjakarta saya sebut busway) ke Ragunan . Saya mulai naik busway dari sekitaran kuningan ke arah Ragunan menggunakan busway jurusan Dukuh Atas- Ragunan. Hari sabtu siang tidak terlalu rame penumpang yang menuju ke arah Ragunan.

Target explore kali ini sebenarnya cuma sampai terminal ragunan dan mencari sebuah baut dan mur sepasang untuk kipas angin trus balik lagi. Tetapi begitu sampai Ragunan, ternyata saya mulai tertarik dengan kebun binatang yang letaknya tidak jauh dengan halte busway Ragunan. Bahkan lokasinyapun satu area.

Begitu sampai pintu masuk kebun binatang, pengunjung diharuskan membeli tiket masuk seharga Rp.4.500,00 untuk Dewasa dan kalau gak salah Rp. 3.500,00 untuk anak-anak . Dengan mengantri tidak terlalu lama, akhirnya saya bisa masuk dan mulai mengexplore kebun binatang yang ada di Jakarta ini.

Saya masuk dari pintu utara. Dari pintu masuk, saya langsung menuju ke tempat Pelikan. Tempatnya terbuka bagian atasnya, apa burung ini tidak terbang ya. Dari sini saya langsung merasakan asrinya kebun binatang dan banyaknya pohon-pohon yang jarang saya temui di hari-hari biasanya.

Setelah dari Pelikan, saya lanjut ke kompleks ikan. Kebanyakan berisi Arowana, dan ada juga Piranha sih, tapi cuma satu. Setelah itu lanjut ke Primata kemudian ke area Burung atau Aves. Adzan Ashar mampir dulu ke mushola (atau masjid ya, gede soalnya). Lanjut lagi ke Banteng, Unta, Harimau, Gajah, dan lain-lain. Lebih lengkapnya lihat saja album di bawah ini.

Secara umum, kebun binatang Ragunan sudah cukup baik pengaturannya, setidaknya lebih baik dari kebun binatang Bandung yang sempat saya kunjungi sekitar tahun 2008. Hanya saja ada tempat yang penuh sampah seperti di salah satu foto diatas dan ada perilaku pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan.