Category Archives: Radio Astronomy

Testing Dua Antena JOVE

Hari ini setelah selesai menerima kunjungan ke Observatorium Bosscha, saya tidak langsung turun (pulang). Saya berniat untuk meluangkan waktu sejenak menyelesaikan develop teleskop radio JOVE yang sempat terhenti kemarin karena hujan. Selain itu kalau turun sekarang, jalanan pasti macet karena malam minggu. Sepertinya besok juga akan macet. Jadi jadwal untuk hari minggu adalah istirahat di kosan.

Pekerjaan yang terselesaikan tadi adalah memasang konektor untuk kabel penghubung antara combiner dua antena dengan receiver. Setelah dipasang semuanya, langsung testing dengan laptop. Hasil yang didapat memang agak kurang meyakinkan. Grafik pada skypipe menunjukkan angka sekitar 17.8xx . Ketika antena disconnect, grafik malah naik, tetapi Hiss atau fluktuasi noise turun. Sedangkan ketika antena reconnect, hiss naik dan power turun. Kemudian saya pindah menggunakan PC yang biasa digunakan, tetapi hasilnya identik. Hal ini sangat membingungkan karena hasil yang diharapkan adalah yang sebaliknya. Jadi PR-ku sekarang adalah mencari kenapa ini bisa terjadi dan cek lagi apakah cabeling, antena, dan lainnya sudah sesuai dengan yang seharusnya.

Kondisi pengamatan juga tidak terlalu bagus karena langit mendung dan matahari sebagai sumber yang paling diharapkan diyakini sudah melewati beam. OK, karena belum solat ashar, pengamatan dihentikan dulu untuk dilanjutkan di lain waktu.

Interferometer radio jove

interferometer ini menginterferensikan dua  sinyal dari dua antena dan dua receiver kedalam 1 output. dari hasil interferensi ini akan menghasilkan fringe. dua antena ini sama dan identik. bekerja pada frekuensi yang sama dan menggunakan antena dan receiver yang sama.

keluaran dari masing-masing receiver akan masuk kedalam soundcard stereo untuk diolah lebih lanjut dalam komputer. dari masing-masing sinyal akan diinterferensikan. dua sinyal yang sefase akan memberikan sinyal ketiga yang positif (in-phase). sedangkan dua sinyal yang tidak sefase akan menghasilkan sinyal ketiga yang negatif (out-of-phase).

fase dari interferometer ini tergantung panjang baseline dan arah datang muka gelombang dari sinyal. untuk sinyal yang datang secara bersamaan pada masing-masing antena akan memberikan time delay nol sehingga menghasilkan sinyal ketiga yang sefase.

sedangkan untuk interferometer dengan baseline yang cukup jauh dan sumber yang berada disamping dengan sudut kemiringan tertentu terhadap baseline akan memberikan sinyal ketiga yang tidak sefase. misalnya, interferometer dengan baseline timur dan barat di sekitar katulistiwa dan objeknya adalah matahari pada pagi hari atau sekitar jam 9 WIB, dengan ketinggian sekitar 30 derajad, sinyal akan sampai pada antena yang sebelah timur lebih duluan daripada yang sebelah barat.