Salah Diagnosa Kerusakan Kamera

Pada cerita sebelumnya, saya baru saja service kamera karena rusak auto fokusnya. Dari proses service itu saya menyimpulkan, dikonfirmasi sama tukang servicenya, kalau body kamera saya aman, soalnya dipake buat autofocus lensa yang ada di sana aman.

Dari kesimpulan saya diatas, saya beli lensa baru dengan bukaan lebar dan rentang panjang fokus yang lebar juga. Sebelumnya, lensa yang saya beli di tempat service berupa lensa fix. Setelah lensa datang dan saya pasang di body kamera, saya kaget dan heran, kok perilakunya sama dengan lensa yang rusak sebelumnya, yaitu fokus gak bisa diputar. Saya sudah bersiap untuk ajukan pengembalian di platform marketplace.

Saya coba mencari-cari perbedaan dan penyebab. Beberapa faktor saya uji dan perhatikan cara kerjanya. Beberapa saya menemukan sesuatu yang mengarah pemecahan masalah. Lensa fix yang bisa autofocus, ternyata memiliki motor fokus internal lensa, soalnya ada pengaturan mf/af di body lensa. Kemudian Saya coba putar screw fokus di body gak jalan.

Saya mulai mencurigai kalau yang rusak adalah motor fokus yang ada di body, bukan gear fokus yang ada di lensa. Saya perhatikan dan otak-atik screw fokus di body, perhatikan mount antara lensa fix dan lensa baru. Saya menemukan di lensa fix yang bisa autofocus, tidak ada screw konektor. Artinya autofocus digerakkan oleh motor internal lensa.

Dari beberapa temuan diatas, saya melakukan percobaan dengan memutus koneksi antara screw fokus yang ada di body dengan screw yang ada di lensa. Karena kalau terhubung, fokus gak bisa diputar manual sekalipun. Saya mencoba akali dengan memasang pembatas, selotip bening, pada screw fokus di body. Kemudian saya pasang lensa dan Voilla… MANUAL FOKUS JALAN.

Ternyata dugaan selama ini salah. Yang rusak bukan lensanya, tetapi body kameranya. Semakin mengurangi rasa ingin mempertahankan body lama ini dan ingin beralih ke body kamera yang baru.

Sebelumnya saya selalu menduga kalau lensa nya yang bermasalah. Sempet suatu ketika fokus lensa saya putar bisa. Tapi saat itu kondisi tidak terpasang ke body. Begitu terpasang ke body, ternyata balik lagi gak bisa diputar. Herannya gak kepikiran kalau yang rusak body.

Menghidupkan Kembali Kamera DSLR Sony A200

Kamera saya ini sudah lama mati suri. Sejak sekitar tahun 2020 an, kamera ini ngandang. Penyebabnya adalah adanya kerusakan pada fokus lensa Kit bawaannya, lensa DT 18-70, sehingga fokus tidak bisa diatur sama sekali. Ulir fokusnya macet, jadi tidak bisa diputar, baik secara manual ataupun otomatis dari kamera.

Sebelum tahun 2020-an itu sebenarnya saya juga sudah jarang pakai, karena sejak tahun 2012 an praktis kebutuhan kamera sudah tercukupi di HP. Kemudian pada suatu waktu ada kebutuhan memotret dengan kualitas yang lebih baik. Tanpa saya sadari kamera dipegang oleh anak – anak yang belum seharusnya memegang kamera DSLR ini. Sepertinya ring ulir fokus diputar secara paksa sehingga gerigi didalamnya mungkin rampal. Sehingga sejak saat itu fokus tidak berfungsi, baik secara auto maupun manual.

Hingga beberapa waktu lalu ada kebutuhan dokumentasi. Baru kepikiran untuk menyelamatkan kembali kamera ini. Karena lama tidak dipakai jadi dalam body kameranya mulai ada jamur hingga ke mirror dan sensor. Jadi saya bawa ke tukang service untuk coba membetulkan lensa dan membersihkan jamur.

Lensa ternyata tidak terselamatkan karena katanya sparepart sudah jarang untuk barang lama ini. Lagipula saya pikir ongkos membetulkan dan effortnya tidak sebanding dengan harganya, soalnya ini lensa kit. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya saya merelakan lensa tersebut dan menggantinya dengan lensa yang ada di tempat service.

Saya memilih lensa fix 50mm f/1.8 sebagai pengganti. Selain karena ketersediaan, saya juga ingin upgrade ke apperture yang lebih lebar, sehingga didapatkan kualitas bokeh dan penangkapan cahaya yang lebih lebar. Walupun kekurangannya opsi zoom jadi tidak ada dan fov terbatas.

Jun, 2026.

Pembangunan MRT (foto)

Foto Tahapan Pembangunan MRT
Foto Tahapan Pembangunan MRT. Foto diambil dari JPO Bundaran Senayan.

Sore ini (16/08) dalalm rangka jalan-jalan sore pakai Transjakarta, saya melihat proses pembangunan MRT seperti pada foto diatas. Merasa ada harapan terhadap pembenahan sistem transportasi baru, saya dokumentasikan foto diatas sebagai dokumentasi pribadi. Mudah-mudahan pembangunannya lancar dan bisa segera memberikan manfaat kepada masyarakat.

Beberapa halte Transjakarta di koridor 1 (Blok M  – Kota) juga sudah banyak perubahan. Beberapa halte telah dirubah menjadi lebih luas dan lebih terbuka. Semua penumpang yang menggunakan koridor ini juga sudah diharuskan menggunakan uang elektronik untuk pembayaran tiket-nya. Sebenarnya tidak ada tiket, tapi untuk masuk halte pake kartu yang berisi saldo yang akan berkurang setiap kita masuk halte. Sampai besok (17/08) harga kartu masih Rp. 20.000,- dengan saldo 20.000 (bisa diisi ulang).

[Explore Probolinggo] Air Terjun Madakaripura

Saya ke air terjun Madakaripura, Probolinggo sekitar seminggu yang lalu atau pada akhir bulan Desember 2013, menjelang tahun baru 2014. Sebenarnya masih ada seri Explore lain seperti Explore Jogja, Explore Solo, dan Explore Jakarta yang rencananya ingin saya bagi, tetapi saya tertarik untuk menulis seri explore air terjun madakaripura ini terlebih dahulu karena lokasi dan pemandangannya yang sangat menarik. Disini akan saya bagikan foto-foto pemandangan dan air terjun yang berhasil saya tangkap dan juga hampir merusakkan kamera DSLR dan smartphone saya.

Lebih baik langsung saja saya ceritakan lewat foto-foto yang berhasil saya ambil berikut:

Patung Gajah Mada di depan gerbang lokasi air terjun Madakaripura, Probolinggo, Jawa Timur.
Patung Gajah Mada di depan gerbang lokasi air terjun Madakaripura, Probolinggo, Jawa Timur.

 

Susur Sungai Menuju Air Terjun Madakaripura. Semua orang yang ingin ke Air Terjun Madakaripura harus melewati aliran sungai ini. Batu-batu besar digunakan untuk pijakan, tapi harus hati-hati ketika memijak. Kedua teman saya memilih tidak memakai sendal, tetapi saya lebih memilih memakai sendal, karena kalau tidak terbiasa, akan terasa sakit di telapak kaki. Ada beberapa batu yang licin. Air sungai ini juga berasal dari Air Terjun.
Susur Sungai Menuju Air Terjun Madakaripura. Semua orang yang ingin ke Air Terjun Madakaripura harus melewati aliran sungai ini. Batu-batu besar digunakan untuk pijakan, tapi harus hati-hati ketika memijak. Kedua teman saya memilih tidak memakai sendal, tetapi saya lebih memilih memakai sendal, karena kalau tidak terbiasa, akan terasa sakit di telapak kaki. Ada beberapa batu yang licin. Air sungai ini juga berasal dari Air Terjun.

 

Jalan Setapak Menuju Air Terjun Madakaripura. Jalan ini ada di lereng bukit yang cukup curam. Menurut informasi, jalan setapak ini dibangun sampai ke lokasi air terjun, tetapi karena longsor, jalan setapak ini terputus di beberapa lokasi, sehingga pengunjung harus turun ke sungai melewati batu-batu besar yang ada di sungai. Persiapkan sandal yang nyaman untuk berjalan diatas bebatuan. Beberapa kali saya harus melepas sandal karena untuk merasakan tingkat kelicinan batu ketika berpijak ke batu-batu tersebut ketika susur sungai.
Jalan Setapak Menuju Air Terjun Madakaripura. Jalan ini ada di lereng bukit yang cukup curam. Menurut informasi, jalan setapak ini dibangun sampai ke lokasi air terjun, tetapi karena longsor, jalan setapak ini terputus di beberapa lokasi, sehingga pengunjung harus turun ke sungai melewati batu-batu besar yang ada di sungai. Persiapkan sandal yang nyaman untuk berjalan diatas bebatuan. Beberapa kali saya harus melepas sandal karena untuk merasakan tingkat kelicinan batu ketika berpijak ke batu-batu tersebut ketika susur sungai.

 

Jalan setapak di lereng bukit menuju Air Terjun. Pada saat saya berkunjung, suasana pengunjungnya tidak terlalu rame juga tidak terlalu sepi. Saya rasa masih ideal untuk menikmati keindahan alam, karena sepertinya kurang menarik jika ke alam tapi pengunjungnya terlalu padat.
Jalan setapak di lereng bukit menuju Air Terjun. Pada saat saya berkunjung, suasana pengunjungnya tidak terlalu rame juga tidak terlalu sepi. Saya rasa masih ideal untuk menikmati keindahan alam, karena sepertinya kurang menarik jika ke alam tapi pengunjungnya terlalu padat.

 

Air Terjun mulai terlihat di kejauhan. Di dalam foto bagian tengah agak keatas-kanan ada garis putih tampak air terjun. Perjalanan masih jauh untuk mencapai lokasi air terjun.
Air Terjun mulai terlihat di kejauhan. Di dalam foto bagian tengah agak keatas-kanan ada garis putih tampak air terjun. Perjalanan masih jauh untuk mencapai lokasi air terjun.

 

Setelah susur sungai yang cukup jauh, akhirnya saya dan dua teman saya sampai di tiga air terjun pertama. Sebelum menuju air terjun utama, orang harus melewati tiga air terjun ini. Orang akan lewat dibawah air terjun ini sehingga bisa dipastikan kalau kita akan basah jika tidak menggunakan jas hujan. Pastikan juga barang-barang elektronik yang dibawa seperti Handphone dan kamera telah dibungkus erat dengan kantong plastik. Akhirnya saya bisa mengambil gambar yang berapa belas tahun yang lalu hanya bisa saya lihat lewat kalender.
Setelah susur sungai yang cukup jauh, akhirnya saya dan dua teman saya sampai di tiga air terjun pertama. Sebelum menuju air terjun utama, orang harus melewati tiga air terjun ini. Orang akan lewat dibawah air terjun ini sehingga bisa dipastikan kalau kita akan basah jika tidak menggunakan jas hujan. Pastikan juga barang-barang elektronik yang dibawa seperti Handphone dan kamera telah dibungkus erat dengan kantong plastik. Akhirnya saya bisa mengambil gambar yang berapa belas tahun yang lalu hanya bisa saya lihat lewat kalender.

 

Air terjun utama Madakaripura sudah nampak didepan mata, tapi masih belum cukup sebelum bisa menyentuh kubangan dimana air itu jatuh. Untuk mencapai tempat itu, orang harus merayap seperti kambing gunung melewat tebing bebatuan kasar yang ada di samping kanan. Saya lupa waktu itu pakai sendal atau telanjang kaki. Sebenarnya masih bisa melewati aliran air tapi terlalu berbahaya menurut saya, walapun teman saya melakukannya.
Air terjun utama Madakaripura sudah nampak didepan mata, tapi masih belum cukup sebelum bisa menyentuh kubangan dimana air itu jatuh. Untuk mencapai tempat itu, orang harus merayap seperti kambing gunung melewat tebing bebatuan kasar yang ada di samping kanan. Saya lupa waktu itu pakai sendal atau telanjang kaki. Sebenarnya masih bisa melewati aliran air tapi terlalu berbahaya menurut saya, walapun teman saya melakukannya.

 

Tiga air terjun pertama yang akan dilewati orang ketika menuju air terjun utama. #jagalingkungan
Tiga air terjun pertama yang akan dilewati orang ketika menuju air terjun utama. #jagalingkungan

 

Ini adalah air terjun utama Madakaripura atau air terjun paling besar yang ada. Total ada lima air terjun. Tiga air terjun pertama ada di jalan yang dilewati orang ketika menuju lokasi air terjun utama ini. Dan dua air terjun yang lain adalah air terjun ini dan air terjun desebelahnya. Air terjun di sebelanya memiliki tinggi yang sama dengan air terjun ini tetapi sedikit lebih kecil debit airnya. #jagalingkungan
Ini adalah air terjun utama Madakaripura atau air terjun paling besar yang ada. Total ada lima air terjun. Tiga air terjun pertama ada di jalan yang dilewati orang ketika menuju lokasi air terjun utama ini. Dan dua air terjun yang lain adalah air terjun ini dan air terjun desebelahnya. Air terjun di sebelanya memiliki tinggi yang sama dengan air terjun ini tetapi sedikit lebih kecil debit airnya. #jagalingkungan

 

Lewat tebing sebelah kiri orang menuju air terjun utama madakaripura. Orang harus merayap di tebing itu untuk sampai ke lokai air terjun utama.
Lewat tebing sebelah kiri orang menuju air terjun utama madakaripura. Orang harus merayap di tebing itu untuk sampai ke lokai air terjun utama.

 

Akhirnya kesampaian nyebur di air terjun madakaripura. Disini airnya sangat jernih. Di foto ini, sebenarnya kaki saya memijak dasar kolam air terjun. Semakin mundur ke belakang, semakin dalam jarak dasar kolamnya dan saya tidak berani mundur lebih jauh lagi. Di kolam ini pula Handphone saya akhirnya mati karena lupa ikut kebawa nyebur di dalam saku celana. Sebenarnya sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik tetapi karena tidak diikat jadi air masih bisa masuk. #jagalingkungan
Akhirnya kesampaian nyebur di air terjun madakaripura. Disini airnya sangat jernih. Di foto ini, sebenarnya kaki saya memijak dasar kolam air terjun. Semakin mundur ke belakang, semakin dalam jarak dasar kolamnya dan saya tidak berani mundur lebih jauh lagi. Di kolam ini pula Handphone saya akhirnya mati karena lupa ikut kebawa nyebur di dalam saku celana. Sebenarnya sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik tetapi karena tidak diikat jadi air masih bisa masuk. #jagalingkungan

 

Mari kita jaga lingkungan kita. Jangan buang sampah sembarang tempat. Mari kita biasakan mengamankan sampah kita masing-masing, jangan dibuang ke sembarang tempat walaupun tidak ada orang yang melihat. Bagaimanapun, apa yang kita lakukan ke lingkungan akan kembali kepada kita sendiri. Kalau tidak ada tempat sampah, sebaiknya kita bawa sampah kita tersebut sampai menemukan tempat sampah. #saveearth

[Explore Jakarta] Kebun Binatang Ragunan

Explore Jakarta edisi kali ini adalah naik Transjakarta (Untuk selanjutnya, Transjakarta saya sebut busway) ke Ragunan . Saya mulai naik busway dari sekitaran kuningan ke arah Ragunan menggunakan busway jurusan Dukuh Atas- Ragunan. Hari sabtu siang tidak terlalu rame penumpang yang menuju ke arah Ragunan.

Target explore kali ini sebenarnya cuma sampai terminal ragunan dan mencari sebuah baut dan mur sepasang untuk kipas angin trus balik lagi. Tetapi begitu sampai Ragunan, ternyata saya mulai tertarik dengan kebun binatang yang letaknya tidak jauh dengan halte busway Ragunan. Bahkan lokasinyapun satu area.

Begitu sampai pintu masuk kebun binatang, pengunjung diharuskan membeli tiket masuk seharga Rp.4.500,00 untuk Dewasa dan kalau gak salah Rp. 3.500,00 untuk anak-anak . Dengan mengantri tidak terlalu lama, akhirnya saya bisa masuk dan mulai mengexplore kebun binatang yang ada di Jakarta ini.

Saya masuk dari pintu utara. Dari pintu masuk, saya langsung menuju ke tempat Pelikan. Tempatnya terbuka bagian atasnya, apa burung ini tidak terbang ya. Dari sini saya langsung merasakan asrinya kebun binatang dan banyaknya pohon-pohon yang jarang saya temui di hari-hari biasanya.

Setelah dari Pelikan, saya lanjut ke kompleks ikan. Kebanyakan berisi Arowana, dan ada juga Piranha sih, tapi cuma satu. Setelah itu lanjut ke Primata kemudian ke area Burung atau Aves. Adzan Ashar mampir dulu ke mushola (atau masjid ya, gede soalnya). Lanjut lagi ke Banteng, Unta, Harimau, Gajah, dan lain-lain. Lebih lengkapnya lihat saja album di bawah ini.

Secara umum, kebun binatang Ragunan sudah cukup baik pengaturannya, setidaknya lebih baik dari kebun binatang Bandung yang sempat saya kunjungi sekitar tahun 2008. Hanya saja ada tempat yang penuh sampah seperti di salah satu foto diatas dan ada perilaku pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan.