Node js Hello World

Ini adalah postingan pertama tentang node js. Mudah mudahan nanti ada serial post tentang node js ini. Yang sudah kebayang adalah

  • Node js + Express : untuk node dan routing
  • Node js + Express + Handlebars : untuk node , routing dan memanfaatkan template engine
  • Node js + Express + MongoDB : untuk membangun API dengan node js
  • Node js + Heroku: Deploy node app di heroku

Baiklah, untuk node kali ini saya mau buat app sederhana untuk menampilkan hello world dari node dan ditampilkan di browser.

Instalasi

Yang diperlukan dalam app ini hanya node js saja dan tentu saja browser. Tidak ada module atau plugin tambahan. Cukup node js yang sudah terinstall di komputer.

Untuk instalasinya tinggal buka website node js dan silahkan download file instalasi yang sesuai dengan operating system.

cek instalasi node dengan mengetik perintah di command prompt atau cmd untuk melihat versi node yang terinstall:

Cek juga untuk npm nya, untuk memastikan npm nya juga terinstall. npm ini satu bundle dengan installasi node, jadi tidak perlu install terpisah.

kalau berhasil muncul versinya, berarti node dan npm sudah terinstall dengan benar.

Let’s Code

Bagian coding ini sangat sederhana. Hanya ada satu file yang akan kita buat.

1. Buat folder project

buat folder atau directory project untuk menampung file project kita.

2. Buat file project

Buat file yang berisi code project node kita. Untuk kali ini kita buat dengan nama server.js  dan simpan di dalam folder project kita. Tulis kode seperti dibawah ini.

3. Jalankan applikasi

Jalankan aplikasi dalam project kita dengan masuk ke command prompt atau cmd dengan command:

tentu saja sebelum menjalankan periintah di atas, kita harus berada di direktori project kita.

4. Melihat hasil aplikasi

Setelah kita jalankan perintah diatas, maka kalau tidak ada error, dalam command prompt akan muncul text:

sesuai dengan code yang kita tuliskan sebelumnya.

Setelah itu kita cek browser dengan membuka alamat

dalam layar akan muncul text ‘hello world’

Repo Github: https://github.com/alfannas/node-hello

Pindah dan Extend Partisi Drive C: Windows 7

Beberapa hari ini agak dipusingkan dengan laptop thinkpad saya yang makin habis spacenya. Berbagai cara sudah dilakukan untuk mengosongkan disk. Tapi, belum ada penambahan space yang signifikan.

Susahnya pakai SSD itu ya gini, harus rela dengan space yang relative kecil dibandingkan dengan HDD untuk harga yang sama.

Awalnya dulu saya kasih untuk drive windows (C) dengan space 50GB. Pada waktu itu mungkin cukup untuk menyimpan sistem operasi dan file program. Makin kesini ternyata makin menipis dengan jumlah program yang tidak terlalu nambah. Artinya, programnya ya itu-itu aja. Datanya mungkin yang nambah.

Sempat kepikiran untuk install ulang tapi kebatang banyaknya proses dan lamanya proses jadi males dan mengesampingkan opsi ini.

Nyari opsi untuk extend drive C dengan mengurangi space Drive D supaya bisa dipakai sama drive C. Ketemu software untuk melakukannya ternyata harus bayar. Pakai tools bawaan windows yang manage disk itu tidak bisa dipakai.

Kebetulan posisi drive C ini paling kanan kalau dilihat di disk management bawaan windows. Sementara posisi drive D ada di paling kiri. Di tengah-tengah ada drive lain. Jadi harus pakai tools tambahan.

Coba cari tools lagi ketemu software namanya “MiniTool Partition Wizard” Untungnya software ini gratis. Saya mencoba menghindari menggunakan software cracked. Sebenarnya kepikiran partition magic yang dulu pernah dipakai, tapi bayar, gak jadi.

Ok, akhirnya ketemu solusi pakai tool ini. Drive C digeser ke kiri, drive D digeser sebelah kanannya. Drive D dihapus/delete. Kemudian extend drive C. Proses Terakhir tinggal click apply.

Ada peringatan kalau akan restart dan lain sebagainya. Maklum sih karna yang diproses drive operating system, pasti membutuhkan proses yang lebih dasar lagi.

Sempet khawatir gak berhasil entah karena gagal geser posisi drive, file corrupt, dll.. Setelah dengan sabar menunggu proses yang cukup lama, akhirnya nyala windows nya. Alhamdulillah berhasil.

Mungkin ada yang membutuhkan solusi yang sama terkait partisi hard disk, bisa dicoba software ini. Kebetulan saya hanya mencoba fitur untuk geser dan extend partisi saja. Masih ada fitur-fitur yang lain yang bisa dicoba.

Apa itu ES6?

Apa sih ES6 itu? jadi bertanya-tanya, soalnya sering disebut di berbagai diskusi app development.

Dari beberapa sumber saya simpulkan, ES6 itu adalah singkatan dari ECMAScript 6. ECMAScript adalah nama lain atau penyebutan yang lebih ‘formal’ untuk JavaScript. Sedangkan angka 6 berarti ya versinya.

Apa ada versi sebelumnya? ternyata ada.

Saya explore beberapa situs dan ada yang menuliskan history dari javascript. ini saya copycan dari sumber disini:

  1. 1995: JavaScript is born as LiveScript
  2. 1997: ECMAScript standard is established
  3. 1999: ES3 comes out and IE5 is all the rage
  4. 2000–2005: XMLHttpRequest, a.k.a. AJAX, gains popularity in app such as Outlook Web Access (2000) and Oddpost (2002), Gmail (2004) and Google Maps (2005).
  5. 2009: ES5 comes out (this is what most of us use now) with forEachObject.keysObject.create (specially for Douglas Crockford), and standard JSON
  6. 2015: ES6/ECMAScript2015 comes out; it has mostly syntactic sugar, because people weren’t able to agree on anything more ground breaking (ES7?)

Di sumber diatas juga dijelaskan perbedaan ES6 dengan javascript tipe sebelumnya, tapi intinya yang paling kelihatan adalah perbedaan syntax nya.

Karena beberapa browser, terutama yang versi lama belum support ES6 maka dibutuhkan semacam compiler  agar compatible. Salah satunya si Bable.

Kira-kira seperti itu gambaran ES6 yang saya tangkap, mohon maaf jika ada yang kurang tepat.