Membaca Banyak Modul PZEM-016 dan PZEM-017 dengan RS485

Tulisan ini sebenarnya adalah latepost lagi dari yang seharusnya saya tulis di pertengahan Agustus, tapi baru sempat saya tulis sekarang.

Pada tulisan sebelumnya kita cerita tentang membaca data dari Pzem dengan protokol RS485. Kali ini, kita akan bahas membaca banyak modul Pzem dengan protokol komunikasi RS485 dengan satu mikrokontroller ESP Wemos D1 Mini.

Secara umum, port RS485 yang biasa ditulis dengan tanda A dan B pada setiap device dihubungkan secara paralel dan disambung juga ke mikrokontroller melewati modul RS485 to TTL converter. Model topologi koneksinya yaitu daisy -chain, dimana di ujung awal adalah mikrokontroller sebagai master dan semua device sebagai slave.

Tiap – tiap device harus diberikan address yang berbeda sebagai identitas yang akan dibaca oleh ESP. Setelah ESP tau identitas masing-masing device, esp bisa membaca dan mengolah data untuk diteruskan atau sebagai input ke sistem lain yang lebih besar, tergantung skenario yang sudah dibuat.

Kira-kira seperti itu ide atau konsep membaca multiple devices dengan protokol komunikasi RS485, tidak hanya Pzem, tapi bisa juga device yang lain.

Fri, 12 Dec 25

Membuat Modul IoT Membaca Banyak Device dengan RS485

Postingan ini sebenarnya sudah ada judulnya dari beberapa bulan lalu, tapi baru sempet menulis isinya sekarang. Saat itu, sistem PLTS saya baru ada inverter dan baterai, belum ada panel surya, sehingga saya fokus pada komponen IoT-nya dulu.

Saya sudah membuat desain jalur kabel dan flow arusnya. Mulai dari string panel surya yang sudah saya persiapkan menjadi dua string, sampai arah inverter dan baterai. Tiap titik bagian sudah saya rencanakan akan dipasang sensor untuk mengetahui parameter yang akan saya ukur. Salah satu parameter misalnya voltase dan energi dari baterai ke inverter. Ini sudah bisa saya implementasikan sebelum menunggu panel surya terpasang.

Pada tahap awal ini, saya akan memasang 4 sensor, dua untuk memantau arus DC dan dua lagi untuk memantau arus AC. Dua arus DC adalah dari SCC ke inverter serta baterai dan satu lagi dari baterai dan SCC ke inverter. Dua sensor ini untuk memantau berapa banyak energi yang dipanen dari SCC dan berapa besar energi yang terpakai. Sedangkan untuk arus AC, saya memasang sensor untuk arus dari PLN dan satu lagi untuk memantau arus keluaran dari Inverter. Ini untuk memantau berapa besar energi PLN dan PLTS yang terpakai.

Saya menggunakan PZEM016 dan PZEM017. Dua alat ini memiliki interface RS485 sehingga saya membutuhkan modul RS485. Untuk modul kontrolernya saya menggunakan ESP dari keluarga ESP8266 yaitu ESP Wemos D1 Mini. Saya berencana membuat satu modul ini untuk memantau banyak device RS485.

Sat, 29 Nov 2025

Dashboard Grafik Pemantauan PLTS

Project personal yang saya inisiasi sejak awal tahun 2025 ini akhirnya mulai terlihat wujudnya. Yang awalnya saya mau belajar mikrokontroller Arduino kemudian ESP dan lanjut ke IoT dan finalnya di penerapan PLTS. Satu per satu mulai dirangkai dan sampai sekarang berhasil membuat dashboard pemantauan PLTS.

Bisa dilihat di grafik diatas berupa summary dari sistem PLTS yang saya kembangkan. Tampilannya masih belum terkonsep dengan matang, masih sesuai dengan ide yang terpikir sesaat. Walaupun demikian, sudah mulai nampak flow kerjanya. Tinggal sedikit-demi sedikit disempurnakan.

Project PLTS ini merupakan tahap lanjut saya dari belajar Arduino dan ESP. Dari awalnya hanya LED, lanjut ke robotika untuk RC Car, hingga ke IoT. Semua hal fisik elektronik ini saya arahkan datanya ke lokal server yang dibangun diatas Raspberry Pi dengan docker yang menangani kontainerisasi layanan.

Ada beberapa layanan yang berjalan diatas docker ini. Diantaranya adalah mosquitto untuk layanan mqtt, influxdb yang menangani basis data, Node-RED sebagai jembatannya, dan Grafana sebagai frontend yang menampilkan datanya. Semuanya bekerja bersama dengan sistem PLTS atap.

Sepertinya sampai akhir tahun ini secara garis besar projectnya sampai tahap ini, tinggal merapikan dan merancang untuk project tahun depan. Diantaranya yang terpikirkan adalah membuat modul hot-swap agar kita bisa pasang dan copot baterai pack untuk menambah kapasitas baterai PLTS. Dulu saya pikir mau tambah kapasitas tinggal paralel baterai pack yang sudah ada BMS nya. Ternyata tidak sesederhana itu.

21 Oct 2025

Pembacaan Nilai Total Energi PZEM-017 Kembali Nol (Ter-reset)

Sehari yang lalu, nilai pembacaan pada dashboard plts sangat aneh. Sebuah nilai energi yang terbaca minus. Sampai siang coba saya tunggu tidak berubah, karena saya beranggapan karena proses agregasi nilai yang belum sinkron.

Usut punya usut, ternyata nilai pembacaan energi dari pzem nya ter-reset kembali ke nol lagi. Saya tidak tau sebabnya, seharunya nilai 60.000 masih dalam rentang pembacaan, karena nilai maksimalnya adalah 99.999 kalau tidak salah.

Bisa dilihat pada tangkapan layar diatas bagian energy yang dilingkari merah. Pembacaannya kembali nol, sehingga wajar kalau nilai total akumulatifnya jadi minus.

Belajar dari kasus ini, saya ubah penyimpanan datanya di database. Yang sebelumnya menyimpan nilai raw data begitu saja dari device. Saya olah dulu supaya data yang disimpan adalah data total ditambah selisih. Sehingga walaupun reset, data total yang tersimpan akan tetap bertambah.

Sistem saya pakai Node-RED, jadi proses ini bisa dilakukan di Node-Red. Berikut adalah fungsi perantara untuk koreksi datanya.

if (msg.topic = "pzem/battery"){
    let prev = context.get("prev") || 0;
    let total = context.get("total") || 0;

    let curr = msg.payload.energy;
    let delta = curr >= prev ? curr - prev : curr;

    total += delta;

    context.set("prev", curr);
    context.set("total", total);

    msg.payload.energy = total;
}
return msg;

block fungsi ini berada setelah mqtt in dan sebelum set message payload. Jadi kita modifikasi payload yang akan disimpan di database. Berikut kira kira alurnya

mqtt in --> modif function --> set msg.payload --> database

Sejauh ini tampak berhasil, tinggal kita tunggu jika kejadian serupa muncul. Sejak saat ini, semua flow sejenis, saya terapkan modif function ini sebagai middleware.

30 Oct 2025

Korban Ke-2 PZEM-004T

1 Agu 2025.

Kali ini saya tidak tau apa penyebabnya, tiba-tiba pzem-004T saya tidak memberikan respon. Dua indikator tx dan rx menyala terang, tidak berkedip, kedua-duanya.

Awalnya setelah kejadian terbakar yang lalu karena salah sambung, saya beli pzem-004T lagi, dengan tekad untuk berhati-hati. Proses sambung dan testing juga berjalan dengan lancar. Modul ESP juga bisa membaca nilainya.

Saat ditempatkan di dalam box dan dipasang di tempat pengukuran, pzem ini tiba-tiba tidak memberikan respon. Kedua led indikator tx dan rx menyala terang dan tidak berkedip. ESP 01 yang dipakai untuk membaca nilainya juga terasa sangat panas ketika disentuh.

Akhirnya saya copot lagi dari tempat pengukuran, saya coba lagi tetap tidak ada respon. Sampai saat ini saya belum menemukan jawabannya kenapa bisa rusak.

foto saat dimasukkan kedalam kotak dan siap untuk dipasang ditempat