Tag Archives: server

Mencoba “Menyelami” Digital Ocean

DigitalOcean
DigitalOcean

Digital Ocean adalah salah satu layanan komputasi awan yang bisa kita gunakan sebagai virtual private server untuk mengerjakan project-project berbasis web. Keunggulan yang selalu diiklankan besar-besar dimana-mana adalah penggunaan feature SSD di server-server yang digunakan. SSD adalah kependekan dari Solid State Drive, yaitu media penyimpanan seperti Harddisk yang tidak menggunakan piringan seperti HDD. SSD menggunakan chip-chip seperti flashdisk sebagai pengganti piringan sehingga kecepatan akses datanya juga jauh lebih cepat.

Proses setup sangat cepat dan mudah, sesuai dengan yang digembar-gemborkan oleh Digital Ocean dalam video iklannya. Dengan beberapa detik dan langkah, server kita sudah online dengan pilihan sistem operasi yang kita pilih saat setup.

Kesan pertama yang saya dapat adalah kemudahan. Begitu mudahnya mebangun server sendiri tanpa memikirkan infrastruktur fisiknya. Bagi orang yang sudah terbiasa membangun infrastruktur web server akan merasakan mudahnya membuat server virtual untuk menjalankan aplikasi web yang dibangunnya menggunakan layanan dari Digital Ocean ini.

Kalau dari konsep layanan dalam komputasi awan, layanan digital ocean ini sepertinya mencakup semua jenis layanan komputasi awan. Mulai dari IaaS (Infrastrukture as a Service), PaaS (Platform as a Service), hingga SaaS (Software as a Service). Kita mengeluarkan uang sesuai dengan service yang kita gunakan. Hitungannya berdasarkan waktu dan infrastrukture yang kita gunakan. Kita juga bebas membangun server virtual ini menggunakan pilihan Sistem Operasi yang kita inginkan.

Ketika server virtual yang kita bangun sudah jadi (benar-benar sesuai jargonnya yang hanya membutuhkan waktu 55 detik untuk setup server virtual yang baru), kita akan mendapatkan alamat IP address public yang bisa kita gunakan untuk mengaksesnya baik lewat protokol ftp ataupun ssh. Kita benar-benar diberikan server kosongan yang bisa kita install dengan aplikasi-aplikasi server yang kita inginkan.

Sistem reward yang ditawarkan membuat saya teringat dengan sistem reward dari Dropbox. Setiap user yang daftar melalui referensi kita, maka penyedia layanan akan memberikan diskon kepada kita. Begitu juga dengan sistem reward Digital Ocean ini. Bagi yang ingin mencopa menggunakan layanan Digital Ocean, silahkan mendaftar dari referensi saya ini ya… 🙂 https://www.digitalocean.com/?refcode=4af8d92f7403

Semoga makin Semangat dan Produktif dalam berkarya … ! 🙂

 

Install Web Server di Ubuntu 12.04 LTS

Ubuntu
Ubuntu

Saya tuliskan beberapa catatan saat instalasi web server menggunakan Ubuntu 12.04. Saya tuliskan disini biar nanti kalau butuh gak nyari-nyari lagi.

Saya menggunakan versi desktop karena kebetulan server ini juga rencananya akan saya pakai untuk kegiatan komputasi sehari-hari dan kebutuhan server untuk web ini hanya untuk sementara semasa pengembangan saja.

  1. Installasi Ubuntu Desktop 12.04 LTS
    Installasi ubuntu seperti biasanya, dalam kasus ini, saya menggunakan USB FDD. Pada awalnya ada sedikit masalah karena tidak BIOS tidak mau booting dari USB FDD padahal first boot sudah diatur ke USB FDD. Tapi akhirnya bisa booting setelah Hard Disk priority-nya diubah ke USB-FDD. Agar bisa dipilih dalam prioritas Hard Disk di BIOS, USB berarti harus sudah diposisinya sebelum masuk ke BIOS.
  2. Ubah repository Ubuntu 12.04 ke lokal
    Dalam hal ini, karena saya ingin berhemat dengan bandwidth international yang ada, maka saya ubah repository default ke repository dalam negeri, yaitu repository Kambing UI dan FTP ITB. Selain menghemat bandwidth internasional juga lebih cepat dalam aksesnya.

    ganti dengan berikut

    Simpan kemudian

    biar ubuntunya tau kemana harus nyari aplikasi.
  3. Installasi LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP) Server
    Untuk bagian yang paling penting dalam web server ini saya pakai tasksel, suatau tools untuk menginstall satu paket lamp, biar gampang.

    setelah selesai

    karena saya mengalami sedikit masalah dengan installasi menggunakan GUI tasksel, akhirnya saya pakai command
  4. Install phpmyadmin
    Sebenarnya bisa tanpa phpmyadmin tetapi butuh waktu untuk menyesuaikan diri pakai text command, jadi pakai phpmyadmin saja.

    Setelah installasi selesai, tinggal tambahkan phpmyadmin kedalam konfiguarsi apache.

    Memasukkan phpmyadmin agar phpmyadmin bisa diakses dari browser.

    Restart apache:
  5. Install ProFTPD
    Install

    Sedikit konfigurasi

    Menentukan direktori pengguna agar di berada di direktori home masing-masing.

    Restart:
  6. Selesai

Informasi ini berupa garis besarnya saja yang saya rangkum dari berbagai sumber di internet. Terimakasih bagi semua yang telah berbagi ilmu pengetahuan. Semoga dengan niat yang ikhlas Lillahi Ta’ala bisa mendatangkan pahala untuk ilmu yang bermanfaat..aamiin…