[Explore Probolinggo] Air Terjun Madakaripura

Saya ke air terjun Madakaripura, Probolinggo sekitar seminggu yang lalu atau pada akhir bulan Desember 2013, menjelang tahun baru 2014. Sebenarnya masih ada seri Explore lain seperti Explore Jogja, Explore Solo, dan Explore Jakarta yang rencananya ingin saya bagi, tetapi saya tertarik untuk menulis seri explore air terjun madakaripura ini terlebih dahulu karena lokasi dan pemandangannya yang sangat menarik. Disini akan saya bagikan foto-foto pemandangan dan air terjun yang berhasil saya tangkap dan juga hampir merusakkan kamera DSLR dan smartphone saya.

Lebih baik langsung saja saya ceritakan lewat foto-foto yang berhasil saya ambil berikut:

Patung Gajah Mada di depan gerbang lokasi air terjun Madakaripura, Probolinggo, Jawa Timur.
Patung Gajah Mada di depan gerbang lokasi air terjun Madakaripura, Probolinggo, Jawa Timur.

 

Susur Sungai Menuju Air Terjun Madakaripura. Semua orang yang ingin ke Air Terjun Madakaripura harus melewati aliran sungai ini. Batu-batu besar digunakan untuk pijakan, tapi harus hati-hati ketika memijak. Kedua teman saya memilih tidak memakai sendal, tetapi saya lebih memilih memakai sendal, karena kalau tidak terbiasa, akan terasa sakit di telapak kaki. Ada beberapa batu yang licin. Air sungai ini juga berasal dari Air Terjun.
Susur Sungai Menuju Air Terjun Madakaripura. Semua orang yang ingin ke Air Terjun Madakaripura harus melewati aliran sungai ini. Batu-batu besar digunakan untuk pijakan, tapi harus hati-hati ketika memijak. Kedua teman saya memilih tidak memakai sendal, tetapi saya lebih memilih memakai sendal, karena kalau tidak terbiasa, akan terasa sakit di telapak kaki. Ada beberapa batu yang licin. Air sungai ini juga berasal dari Air Terjun.

 

Jalan Setapak Menuju Air Terjun Madakaripura. Jalan ini ada di lereng bukit yang cukup curam. Menurut informasi, jalan setapak ini dibangun sampai ke lokasi air terjun, tetapi karena longsor, jalan setapak ini terputus di beberapa lokasi, sehingga pengunjung harus turun ke sungai melewati batu-batu besar yang ada di sungai. Persiapkan sandal yang nyaman untuk berjalan diatas bebatuan. Beberapa kali saya harus melepas sandal karena untuk merasakan tingkat kelicinan batu ketika berpijak ke batu-batu tersebut ketika susur sungai.
Jalan Setapak Menuju Air Terjun Madakaripura. Jalan ini ada di lereng bukit yang cukup curam. Menurut informasi, jalan setapak ini dibangun sampai ke lokasi air terjun, tetapi karena longsor, jalan setapak ini terputus di beberapa lokasi, sehingga pengunjung harus turun ke sungai melewati batu-batu besar yang ada di sungai. Persiapkan sandal yang nyaman untuk berjalan diatas bebatuan. Beberapa kali saya harus melepas sandal karena untuk merasakan tingkat kelicinan batu ketika berpijak ke batu-batu tersebut ketika susur sungai.

 

Jalan setapak di lereng bukit menuju Air Terjun. Pada saat saya berkunjung, suasana pengunjungnya tidak terlalu rame juga tidak terlalu sepi. Saya rasa masih ideal untuk menikmati keindahan alam, karena sepertinya kurang menarik jika ke alam tapi pengunjungnya terlalu padat.
Jalan setapak di lereng bukit menuju Air Terjun. Pada saat saya berkunjung, suasana pengunjungnya tidak terlalu rame juga tidak terlalu sepi. Saya rasa masih ideal untuk menikmati keindahan alam, karena sepertinya kurang menarik jika ke alam tapi pengunjungnya terlalu padat.

 

Air Terjun mulai terlihat di kejauhan. Di dalam foto bagian tengah agak keatas-kanan ada garis putih tampak air terjun. Perjalanan masih jauh untuk mencapai lokasi air terjun.
Air Terjun mulai terlihat di kejauhan. Di dalam foto bagian tengah agak keatas-kanan ada garis putih tampak air terjun. Perjalanan masih jauh untuk mencapai lokasi air terjun.

 

Setelah susur sungai yang cukup jauh, akhirnya saya dan dua teman saya sampai di tiga air terjun pertama. Sebelum menuju air terjun utama, orang harus melewati tiga air terjun ini. Orang akan lewat dibawah air terjun ini sehingga bisa dipastikan kalau kita akan basah jika tidak menggunakan jas hujan. Pastikan juga barang-barang elektronik yang dibawa seperti Handphone dan kamera telah dibungkus erat dengan kantong plastik. Akhirnya saya bisa mengambil gambar yang berapa belas tahun yang lalu hanya bisa saya lihat lewat kalender.
Setelah susur sungai yang cukup jauh, akhirnya saya dan dua teman saya sampai di tiga air terjun pertama. Sebelum menuju air terjun utama, orang harus melewati tiga air terjun ini. Orang akan lewat dibawah air terjun ini sehingga bisa dipastikan kalau kita akan basah jika tidak menggunakan jas hujan. Pastikan juga barang-barang elektronik yang dibawa seperti Handphone dan kamera telah dibungkus erat dengan kantong plastik. Akhirnya saya bisa mengambil gambar yang berapa belas tahun yang lalu hanya bisa saya lihat lewat kalender.

 

Air terjun utama Madakaripura sudah nampak didepan mata, tapi masih belum cukup sebelum bisa menyentuh kubangan dimana air itu jatuh. Untuk mencapai tempat itu, orang harus merayap seperti kambing gunung melewat tebing bebatuan kasar yang ada di samping kanan. Saya lupa waktu itu pakai sendal atau telanjang kaki. Sebenarnya masih bisa melewati aliran air tapi terlalu berbahaya menurut saya, walapun teman saya melakukannya.
Air terjun utama Madakaripura sudah nampak didepan mata, tapi masih belum cukup sebelum bisa menyentuh kubangan dimana air itu jatuh. Untuk mencapai tempat itu, orang harus merayap seperti kambing gunung melewat tebing bebatuan kasar yang ada di samping kanan. Saya lupa waktu itu pakai sendal atau telanjang kaki. Sebenarnya masih bisa melewati aliran air tapi terlalu berbahaya menurut saya, walapun teman saya melakukannya.

 

Tiga air terjun pertama yang akan dilewati orang ketika menuju air terjun utama. #jagalingkungan
Tiga air terjun pertama yang akan dilewati orang ketika menuju air terjun utama. #jagalingkungan

 

Ini adalah air terjun utama Madakaripura atau air terjun paling besar yang ada. Total ada lima air terjun. Tiga air terjun pertama ada di jalan yang dilewati orang ketika menuju lokasi air terjun utama ini. Dan dua air terjun yang lain adalah air terjun ini dan air terjun desebelahnya. Air terjun di sebelanya memiliki tinggi yang sama dengan air terjun ini tetapi sedikit lebih kecil debit airnya. #jagalingkungan
Ini adalah air terjun utama Madakaripura atau air terjun paling besar yang ada. Total ada lima air terjun. Tiga air terjun pertama ada di jalan yang dilewati orang ketika menuju lokasi air terjun utama ini. Dan dua air terjun yang lain adalah air terjun ini dan air terjun desebelahnya. Air terjun di sebelanya memiliki tinggi yang sama dengan air terjun ini tetapi sedikit lebih kecil debit airnya. #jagalingkungan

 

Lewat tebing sebelah kiri orang menuju air terjun utama madakaripura. Orang harus merayap di tebing itu untuk sampai ke lokai air terjun utama.
Lewat tebing sebelah kiri orang menuju air terjun utama madakaripura. Orang harus merayap di tebing itu untuk sampai ke lokai air terjun utama.

 

Akhirnya kesampaian nyebur di air terjun madakaripura. Disini airnya sangat jernih. Di foto ini, sebenarnya kaki saya memijak dasar kolam air terjun. Semakin mundur ke belakang, semakin dalam jarak dasar kolamnya dan saya tidak berani mundur lebih jauh lagi. Di kolam ini pula Handphone saya akhirnya mati karena lupa ikut kebawa nyebur di dalam saku celana. Sebenarnya sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik tetapi karena tidak diikat jadi air masih bisa masuk. #jagalingkungan
Akhirnya kesampaian nyebur di air terjun madakaripura. Disini airnya sangat jernih. Di foto ini, sebenarnya kaki saya memijak dasar kolam air terjun. Semakin mundur ke belakang, semakin dalam jarak dasar kolamnya dan saya tidak berani mundur lebih jauh lagi. Di kolam ini pula Handphone saya akhirnya mati karena lupa ikut kebawa nyebur di dalam saku celana. Sebenarnya sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik tetapi karena tidak diikat jadi air masih bisa masuk. #jagalingkungan

 

Mari kita jaga lingkungan kita. Jangan buang sampah sembarang tempat. Mari kita biasakan mengamankan sampah kita masing-masing, jangan dibuang ke sembarang tempat walaupun tidak ada orang yang melihat. Bagaimanapun, apa yang kita lakukan ke lingkungan akan kembali kepada kita sendiri. Kalau tidak ada tempat sampah, sebaiknya kita bawa sampah kita tersebut sampai menemukan tempat sampah. #saveearth

Memberi Watermark Banyak Foto Dalam Satu Folder di Ubuntu Linux

Bagi Anda yang sering mengunggah foto-foto hasil jepretan sendiri di internet mungkin akan mencari cara untuk memberi identitas dari foto-foto yang Anda unggah tersebut. Pemberian identitas ini bukannya narsis tetapi lebih kepada etika publikasi. Kadang saya bertanya-tanya ketika melihat suatu foto, ini foto siapa ya, siapa yang mengambilnya atau punya siapa, sehingga ketika kita akan meminta izin untuk memakai atau memberikan apresiasi, kita akan kesulitan.

Kalau melihat kumpulan foto ‘kombinasi langit-bumi’ di twanight.org, mereka memberikan standard untuk memberikan identitas fotografer yang mengambil foto tersebut. Pemberian identitas itu dengan menampilkan nama fotografer yang ditulis kecil di pojok setiap foto yang mereka publikasikan.

Saya menemukan tool di Ubuntu Linux yang bisa menangani pemberian text diatas foto atau watermark dengan nama Phatch PHoto bATCH Processor disni. Di alamat tersebut sebenarnya sudah dijelaskan step-stepnya menggunakan Ubuntu Software Center. Tetapi saya menemui masalah ketika menginstall menggunakan metode tersebut. Akhirnya saya menggunakan terminal.

Pakai apt-get

sudo apt-get install phatch

Kata “phatch” saya dapatkan dari ubuntu software center bagian version. Awalnya package terkenali tapi tidak bisa diinstall. Saya pikir mungkin karena repository lokal belum terupdate. Saya coba kembalikan ke repository default bawaan ubuntu dan akhirnya bisa.

Dengan tool ini kita bisa me-resize memberi watermark, memberikan shadow dan edit foto dasar ke banyak foto sekaligus dalam satu folder. Berikut salah satu contoh hasil watermark

Masjid Agung Surakarta, Malam Takbiran Idul Adha, 2013.
Serambi Masjid Agung Surakarta, Malam Idul Adha, 2013.
Anak-anak memukul bedug mengiringi takbir malam Idul Adha, Serambi Masjid Surakarta, 2013
Anak-anak memukul bedug mengiringi takbir malam Idul Adha, Serambi Masjid Surakarta, 2013

Kalau di windows, tool yang mirip dengan “phatch” adalah FastStone Photo Resizer.

[Explore Jakarta] Kebun Binatang Ragunan

Explore Jakarta edisi kali ini adalah naik Transjakarta (Untuk selanjutnya, Transjakarta saya sebut busway) ke Ragunan . Saya mulai naik busway dari sekitaran kuningan ke arah Ragunan menggunakan busway jurusan Dukuh Atas- Ragunan. Hari sabtu siang tidak terlalu rame penumpang yang menuju ke arah Ragunan.

Target explore kali ini sebenarnya cuma sampai terminal ragunan dan mencari sebuah baut dan mur sepasang untuk kipas angin trus balik lagi. Tetapi begitu sampai Ragunan, ternyata saya mulai tertarik dengan kebun binatang yang letaknya tidak jauh dengan halte busway Ragunan. Bahkan lokasinyapun satu area.

Begitu sampai pintu masuk kebun binatang, pengunjung diharuskan membeli tiket masuk seharga Rp.4.500,00 untuk Dewasa dan kalau gak salah Rp. 3.500,00 untuk anak-anak . Dengan mengantri tidak terlalu lama, akhirnya saya bisa masuk dan mulai mengexplore kebun binatang yang ada di Jakarta ini.

Saya masuk dari pintu utara. Dari pintu masuk, saya langsung menuju ke tempat Pelikan. Tempatnya terbuka bagian atasnya, apa burung ini tidak terbang ya. Dari sini saya langsung merasakan asrinya kebun binatang dan banyaknya pohon-pohon yang jarang saya temui di hari-hari biasanya.

Setelah dari Pelikan, saya lanjut ke kompleks ikan. Kebanyakan berisi Arowana, dan ada juga Piranha sih, tapi cuma satu. Setelah itu lanjut ke Primata kemudian ke area Burung atau Aves. Adzan Ashar mampir dulu ke mushola (atau masjid ya, gede soalnya). Lanjut lagi ke Banteng, Unta, Harimau, Gajah, dan lain-lain. Lebih lengkapnya lihat saja album di bawah ini.

Secara umum, kebun binatang Ragunan sudah cukup baik pengaturannya, setidaknya lebih baik dari kebun binatang Bandung yang sempat saya kunjungi sekitar tahun 2008. Hanya saja ada tempat yang penuh sampah seperti di salah satu foto diatas dan ada perilaku pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan.

Solar Eclipse Observed from Bromo Tengger Semeru National Park

Solar eclipse observation result from Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia. Observation site was in “Puncak Penanjakan 1”, one of the best site with best view of sunrise and Bromo crater.

Mount Bromo also well known to traveler and backpacker around the world and have beautiful sunrise view. People already standby here from 04.00 am or 1-2 hours before sunrise.

Pengaturan Canon 60D untuk Video

Kemungkinan saya akan ikut ke Palembang, Sumatera Selatan, untuk mendokumentasikan Forum Group Discussion seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu di Tuban dan Gresik, Jawa Timur. Ada clip-clip video, snapshot, dan gambar yang perlu diambil. Seperti biasa, saya memilih DSLR untuk mendukung tugas ini dan pilihan saya adalah Canon 60D. Waktu ke Jawa Timur, saya tidak sempat mencicipi 60D, oleh sebab itu saya akan berusaha mencari 60D untuk acara kali ini.

Sebelum eksperimen, saya coba cari tips trik singkat untuk mendapat hasil video HD maksimal. Salah satunya dari video berikut ini:

Dari video diatas, bisa diambil point-point penting terkait pengaturan dasar untuk mendapatkan hasil ‘maksimal’.

  1. Movie Exposure pilih manual untuk mendapat hasil yang konsisten.
  2. Shutter speed pilih di angka dua kali frame rate. Misal jika frame rate 24, pilih shutter speed 48 atau yang mendekati seperti 50.
  3. ISO sebisa mungkin yang kecil untuk menghindari noise. Direkomendasikan 160, 250, 320, dan tidak melampaui 1600.
  4. Atur aperture pada posisi paling lebar.
  5. Picture profile: neutral ; Highlight tone priority:Off ; Auto lighting optimizer: Off

Sementara sikian dulu, nanti kalau ada yang baru ditambahkan.